Karya : Fezi Waldeseska Aulia
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi islam besar yang
ada di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW,
sehingga Muhammadiyah dapat dikenal sebagai orang-orang pengikut Nabi Muhammad
SAW. Organisasi Muhammadiyah didirikan pertama kali oleh KH. Ahmad Dahlan, pada
tanggal 18 November 1912 bertepatan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah di
Kauman, Yogyakarta, Jawa Tengah. Saat ini Organisasi Muhammadiyah telah berusia
107 tahun dan menjadi organisasi islam tertua di Indonesia.
Muhammadiyah
banyak telah memberikan kontribusi kepada masyarakat baik di bidang pendidikan,
kesehatan, kesejahteraan sosial dan bidang kaderisasi. Di antara sekian banyak
kontribusi Muhammadiyah terhadap bangsa ini, pendidikan adalah yang paling
menonjol. Menurut KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi ini sangat memahami
bahwa dengan pendidikanlah masyarakat Indonesia dapat bangkit dari kemisikinan
dan kebodohan. Dalam hal ini, Muhammadiyah telah memiliki puluhan ribu lembaga
pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi yang
tersebar di seluruh Tanah Air.
Saat
ini, di Indonesia berkembang 2 sistem pendidikan yakni, pendidikan barat dengan
sekolah-sekolah formalnya yang didirikan oleh pemerintah Hindia-Belanda dan
pendidikan non formal berupa pesantren yang dibantu oleh para ahli agama. Di
pendidikan barat, sistem pendidikan nya
tidak memasukkan agama di dalamnya. Sebaliknya, pendidikan pesantren tidak
memasukkan materi-materi umum di dalamnya. Dalam situasi saat ini, KH. Ahmad
Dahlan membuat sistem pendidikan Indonesia dengan memadukan antara sistem
pendidikan barat dan pesantren.
Menurut
KH. Ahmad Dahlan menilai pendidikan bukan hanya sekedar menghasilkan
manusia-manusia terampil dan menyiapkan masa depan dalam kehidupan dunia seperti
tujuan pendidikan barat, akan tetapi pendidikan adalah alat dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dimana tujuan
pendidikan nya tidak hanya berfokus pada duniawi, tapi mencakup untuk kehidupan
akhirat. Disini Pendidikan Muhammadiyah menyiapkan lingkungan yang memungkinkan
seseorang tumbuh sebagai manusia yang menyadari kehadiran Allah SWT sebagai Rabb
dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTIKES).
Dengan
adanya penguasaan IPTEKS, seseorang mampu memenuhi kebutuhan nya secara
mandiri, menjadi peduli antar sesama, dan senantiasa menyebarluaskan
kemakmuran, mencegah kemunkaran dan membuat tata pergaulan yang adil, beradab,
dan sejahtera sebagai ibadah kepada Allah SWT. Di dalam visi pendidikan
Muhammadiyah adalah membentuk manusia pembelajar yang bertakwa, berakhlak
mulia, berkemajuan, dan unggul dalam IPTEKS. Sedangkan misi Muhammadiyah
membentuk manusia berkemajuan yang berpikir cerdas dan berwawasan luas.
KH.
Ahmad Dahlan menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai dasar dalam melaksanakan
kegiatan pendidikan nya, sehingga tujuan pendidikan, bisa sesuai dengan yang
diharapkan (terkonsep). Manusia itu memiliki keunggulan dibanding dengan
makhluk lain adalah terletak pada akal nya, ia bisa memiliki sifat binatang
yang cenderung bebas ketika meluapkan hawa nafsunya. Namun juga bisa memiliki
sifat seperti malaikat, yang cenderung patuh terhadap perintah Allah swt. Sifat
yang bertolak belakang seperti ini, yang menjadi tantangan bagi manusia untuk
memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nya.
Muhammadiyah
meletakkan sistem pendidikan dalam rangka perubahan di bidang sosial ekonomi, politik,
dan budaya. Sasaran Pendidikan Muhammadiyah adalah untuk menghilangkan sifat
takhayul, bid’ah, khufarat dan syirik yang sangat melekat pada masyarakat.
Dengan adanya pendidikan diharapkan menjadi suatu pencerahan bagi masyarakat,
sehingga manusia dapat meraih keselamatan dunia dan akhirat. Sebagaimana
seperti pernyataan KH.Ahmad Dahlan yakni “Tidak berguna tingginya pangkat yang
budiman, kecuali hati suci. Dan tidak ada manusia yang dapat meraih keluhuran
dunia dan akhirat, melainkan orang yang memiliki sifat budiman”

MasyaAllah keren๐
BalasHapusTerimakasih ๐
Hapus